Beranda / Berita & Artikel / Panduan Lengkap Pakem & Filosofi Busana Adat Solo Basahan untuk Pementasan Tari Keraton
Pakem Adat Jawa

Panduan Lengkap Pakem & Filosofi Busana Adat Solo Basahan untuk Pementasan Tari Keraton

AS Tim Riset Budaya eSAJe (Atelier Curator)
• 28 September 2026 • 5 menit baca
Panduan Lengkap Pakem & Filosofi Busana Adat Solo Basahan untuk Pementasan Tari Keraton
"Mengenal makna filosofis dodot alas-alasan, paes hijau gadung, serta ornamen cunduk mentul dalam busana kebesaran keraton Surakarta Hadiningrat."

Solo Basahan merupakan salah satu adibusana paling sakral dan anggun warisan trah Mataram Islam di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Ciri khas paling menonjol terletak pada pemakaian dodot atau kampuh bermotif alas-alasan (hutan belantara) yang melambangkan kekayaan semesta dan ketundukan manusia kepada Sang Pencipta.

Bagi penata tari dan calon pengantin, memahami pakem lipatan wiru serta letak pending kencana sangat penting. Di Atelier eSAJe Sikop, jarik Solo Basahan kami telah disesuaikan dengan teknik wiru instan berperekat aman, sehingga tidak mengubah bentuk lekukan pakem aslinya namun jauh lebih cepat dikenakan saat pergantian adegan di belakang panggung pementasan.

Selain itu, tata rias paes hijau gadung pada dahi juga menyimpan doa perlindungan serta kemakmuran hidup berumah tangga.

AS

Tim Riset Budaya eSAJe

Atelier Curator

Perancang busana, kurator kostum karnaval, dan pendiri eSAJe Sikop & ESMO Modelling School di Surakarta.

Kembali ke Semua Artikel
Bagikan artikel ini: